{"id":2889,"date":"2026-01-22T06:14:45","date_gmt":"2026-01-21T23:14:45","guid":{"rendered":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/?p=2889"},"modified":"2026-05-06T10:12:04","modified_gmt":"2026-05-06T03:12:04","slug":"mendengar-suara-dari-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/","title":{"rendered":"Mendengar Suara dari Aceh"},"content":{"rendered":"<p>Pada awal Desember yang lalu aku bersama Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan pergi ke Aceh. Kami mengumpulkan donasi dari masyarakat Indonesia dan mendistribusikannya kepada warga yang terdampak banjir bandang.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Menjelang berangkat ke Aceh, aku mencoba menata mental. Bukan soal penghitungan panjangnya perjalanan, melainkan karena kesadaran bahwa aku akan bertemu dengan orang-orang yang telah lama bertahan. Mereka pernah kehilangan segalanya saat tsunami, dan dalam beberapa waktu terakhir kembali dipertemukan dengan kehilangan yang lain. Kehilangan apa pun bentuknya tidak mudah dilalui dan dicerna, melahirkan keteguhan hasil tempaan hidup berulang kali.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Sesampainya di sana, aku berusaha untuk sepenuhnya hadir bagi orang-orang yang aku temui. Aku berjanji pada diriku untuk tidak hadir sebagai juru selamat atau memberikan kata-kata penghiburan. Aku cuma akan hadir dan menerima apa pun yang datang kepadaku hari itu. Interaksi kami tetap terasa hangat, tapi ada kesedihan menguar di udara yang sulit dijelaskan kata-kata.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Dari tatapan mata, air muka, hingga riuh anak-anak yang kegirangan begitu aku ajak bermain, langsung terasa bahwa selama ini mereka sudah menjalani hari-hari yang berat, hari-hari yang menuntut keberanian dan kekuatan untuk bisa dilalui. Di sana, aku kembali diingatkan, bertahan sering kali menjadi satu-satunya kekuatan yang dimiliki ketika pilihan lain terasa menghilang.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Aku teringat satu hal yang ibuku sering bilang, ikuti panggilan hati. Di tengah suasana itu, panggilan hati perlu dijaga supaya hidup lebih langsam, agar tidak tergelincir menjadi orang yang merasa tahu, atau penolong yang merasa paling mampu. Dari situ, aku kembali berefleksi untuk memahami caraku hadir di dunia ini.<\/p>\n<div class=\"clear-both w-full mx-auto md:max-w-[842px] rendered-component\">\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Aku teringat satu hal yang ibuku sering bilang, ikuti panggilan hati. Di tengah suasana itu, panggilan hati perlu dijaga supaya hidup lebih langsam, agar tidak tergelincir menjadi orang yang merasa tahu, atau penolong yang merasa paling mampu. Dari situ, aku kembali berefleksi untuk memahami caraku hadir di dunia ini.<\/p>\n<div class=\"clear-both w-full mx-auto md:max-w-[842px] rendered-component\">\n<figure id=\"attachment_2910\" class=\"wp-caption alignnone\" aria-describedby=\"caption-attachment-2910\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2910\" src=\"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/01\/Kayu-gelondongan-menumpuk-di-kawasan-Pondok-Pesantren-Darul-Mukhlishin.webp\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" srcset=\"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/01\/Kayu-gelondongan-menumpuk-di-kawasan-Pondok-Pesantren-Darul-Mukhlishin-300x200.webp 300w, https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/01\/Kayu-gelondongan-menumpuk-di-kawasan-Pondok-Pesantren-Darul-Mukhlishin-768x512.webp 768w, https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/01\/Kayu-gelondongan-menumpuk-di-kawasan-Pondok-Pesantren-Darul-Mukhlishin-750x536.webp 750w, https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/01\/Kayu-gelondongan-menumpuk-di-kawasan-Pondok-Pesantren-Darul-Mukhlishin.webp 1024w\" alt=\"Kayu Gelondongan Menumpuk Di Kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlishin\" width=\"1024\" height=\"683\" data-pin-no-hover=\"true\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2910\" class=\"wp-caption-text\">Kayu gelondongan menumpuk di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (6\/12\/2025). Gelondongan kayu tersebut terbawa saat Sungai Tamiang meluap pada pekan lalu. KOMPAS\/TOTOK WIJAYANTO<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Selama bertahun-tahun, aku percaya suara adalah cara paling jujur untuk hadir di dunia. Bernyanyi memberiku ruang untuk menyampaikan perasaan, menyentuh emosi, dan dalam harapan paling ideal bisa menemani orang-orang melewati hari mereka.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Namun, di satu titik dalam hidup, aku mulai merasa bahwa suara saja tidak selalu cukup.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Bukan karena musik kehilangan maknanya, melainkan karena dunia yang kutemui semakin kompleks. Ada cerita-cerita yang tidak meminta untuk dinyanyikan, tapi justru memintaku untuk mendengarkan. Ada kenyataan yang terlalu berlapis untuk dirangkum dalam bait dan\u00a0<em>refrain<\/em>\u00a0lagu. Aku rasa, kesadaran itulah yang\u00a0 membawaku terjun lebih dekat ke isu-isu sosial.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Selama beberapa hari, aku duduk bersama para ibu dan anak-anak, berbagi air mata, mendengarkan kisah kehilangan yang tak pernah sederhana. Mereka bercerita tentang rumah yang hanyut, rutinitas yang terputus, dan masa depan yang terasa sangat jauh\u2026.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Dalam interaksi kami yang penuh peluk dan air mata, ada satu hal yang justru mengejutkanku. Bersyukur, kehadiranku ternyata bisa sedikit menghadirkan kegembiraan. Seorang ibu berkata sambil memelukku, \u201dKami senang tiap ada yang datang. Jadi, kami bisa lupa sebentar bahwa rumah kami hanyut.\u201d<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Kalimat itu tinggal lama di kepalaku, menyesakkan hatiku setiap kali aku mengingatnya. Aku berusaha memahami, kegembiraan bukanlah pelarian, melainkan kenyataan yang dihadapi sehari-hari begitu meremukkan hati. Cerita para ibu, tawa anak-anak, rasa ingin tahu mereka\u2026 semuanya mengingatkanku, warga yang aku temui di Aceh bukan sekadar korban dalam berita di TV nasional.<\/p>\n<blockquote><p><strong>Jika lagu-laguku dapat menjangkau banyak orang, maka ruang yang sama juga bisa menjadi corong untuk berbagi kebaikan.<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Dari pengalaman itu, aku semakin sadar, musik dan platform yang kumiliki bisa membawa pengaruh. Jika lagu-laguku dapat menjangkau banyak orang, maka ruang yang sama juga bisa menjadi corong untuk berbagi kebaikan: mengarahkan perhatian, meneruskan cerita, dan menjaga agar kepedulian tidak berhenti di satu momen saja.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Aku paham pengaruh selalu datang bersama tanggung jawab, dan inilah letak kerja kerasnya. Perhatian tidak boleh habis di satu kunjungan saja. Kehadiran tidak boleh berakhir di dokumentasi semata. Siapa yang datang tidak seharusnya jadi sorotan utama, yang penting adalah dampak dan apa yang ditinggalkan setelah ia datang sehingga warga bisa mendapatkan bantuan berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Aku menjadi saksi kebaikan kolektif dari setiap elemen di lokasi terdampak bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana banyak membantuku menyalurkan bantuan di lokasi-lokasi terisolasi, teman-teman sukarelawan tak kenal lelah menyalurkan bantuan, dan sepanjang perjalanan aku juga melihat TNI dan Polri bahu-membahu mengerjakan apa pun yang harus dikerjakan.<\/p>\n<p><strong>Tanpa kenyataan, empati kehilangan pijakan.<\/strong><\/p>\n<div class=\"w-full max-w-[642px] mx-auto px-4 md:px-0 read-also slug-id-kritik-seni-yang-kehilangan-ukuran-bukan-sekadar-keberanian rendered-component\">\n<div class=\"flex gap-x-2 md:gap-x-4 my-6 px-3 py-2 border justify-between items-center rounded border-grey-30 w-full\">\n<div class=\"flex flex-col justify-between\">\n<div>\n<div>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Kini, ikhtiar memberikan bantuan berkelanjutan terus aku upayakan bersama dengan teman-teman musisi yang tergabung dalam Vibrasi Suara Indonesia (Visi), kolektif seniman bernama Hara, Kitabisa, dan Indonesian Relief Box. Kami menyiapkan hunian tumbuh bagi warga terdampak bencana di Dusun Rantau Bintang, Aceh Tamiang. Secara konsep, hunian tumbuh ini adalah rumah yang dibuat untuk dibangun bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan, bisa diperluas di kemudian hari untuk hunian tetap jangka panjang, bukan solusi darurat. Semoga hunian tumbuh yang terbuat dari rangka struktur kayu dan baja ringan ini bisa menjadi tempat membangun mimpi kembali bagi banyak keluarga.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Tanpa kenyataan, empati kehilangan pijakan. Di antara keduanya, aku belajar bahwa menjadi penyanyi dan menjadi manusia yang peduli tidak perlu dipisahkan. Keduanya justru saling menghidupi.<\/p>\n<p class=\"text-left w-full max-w-[624px] px-4 md:px-0 md:mx-auto paragraph break-words mb-4 text-body font-lora rendered-component\">Sampai hari ini, aku masih terus bernyanyi. Musik tetap menjadi rumah bagiku. Aku belajar bahwa setiap suara bisa membawa kesadaran baru. Dan barangkali, yang paling penting adalah bagaimana caranya untuk bisa belajar mendengar dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/artikel\/mendengar-suara-dari-aceh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Source Link<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada awal Desember yang lalu aku bersama Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan pergi ke Aceh. Kami mengumpulkan donasi dari masyarakat Indonesia dan mendistribusikannya kepada warga yang terdampak banjir bandang. Menjelang berangkat ke Aceh, aku mencoba menata mental. Bukan soal penghitungan panjangnya perjalanan, melainkan karena kesadaran bahwa aku akan bertemu dengan orang-orang yang telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2900,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"sidebar-widget","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"hide","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"0","show_post_author_image":"0","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"0","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"0","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-715"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13,14],"class_list":["post-2889","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blogs","tag-andien-aisyah","tag-andien-aisyah-foundation"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Andien Aisyah - Foundation\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-21T23:14:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-06T03:12:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Andien Aisyah Foundation\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Andien Aisyah Foundation\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Andien Aisyah Foundation\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/25b5ca69c574ab4e00d9154d5414e26f\"},\"headline\":\"Mendengar Suara dari Aceh\",\"datePublished\":\"2026-01-21T23:14:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-06T03:12:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/\"},\"wordCount\":878,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nos.wjv-1.neo.id\\\/cdn-andienaisyah\\\/2026\\\/05\\\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg\",\"keywords\":[\"andien aisyah\",\"andien aisyah foundation\"],\"articleSection\":[\"Blogs\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/\",\"name\":\"Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nos.wjv-1.neo.id\\\/cdn-andienaisyah\\\/2026\\\/05\\\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-21T23:14:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-06T03:12:04+00:00\",\"description\":\"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nos.wjv-1.neo.id\\\/cdn-andienaisyah\\\/2026\\\/05\\\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nos.wjv-1.neo.id\\\/cdn-andienaisyah\\\/2026\\\/05\\\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576,\"caption\":\"Mendengar Suara Dari Aceh\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/mendengar-suara-dari-aceh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mendengar Suara dari Aceh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/\",\"name\":\"Andien Aisyah - Foundation\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#organization\",\"name\":\"Andien Aisyah - Foundation\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/Logo-Andien-Aisyah-Foundation.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/Logo-Andien-Aisyah-Foundation.png\",\"width\":3256,\"height\":1233,\"caption\":\"Andien Aisyah - Foundation\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/25b5ca69c574ab4e00d9154d5414e26f\",\"name\":\"Andien Aisyah Foundation\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Andien Aisyah Foundation\"},\"description\":\"Andien Aisyah Foundation is dedicated to handling donations for the benefit of sustainable human and environmental development with integrity\",\"url\":\"https:\\\/\\\/andienaisyah.org\\\/24hour\\\/author\\\/andienaisyah\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation","description":"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation","og_description":"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.","og_url":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/","og_site_name":"Andien Aisyah - Foundation","article_published_time":"2026-01-21T23:14:45+00:00","article_modified_time":"2026-05-06T03:12:04+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Andien Aisyah Foundation","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Andien Aisyah Foundation","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/"},"author":{"name":"Andien Aisyah Foundation","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#\/schema\/person\/25b5ca69c574ab4e00d9154d5414e26f"},"headline":"Mendengar Suara dari Aceh","datePublished":"2026-01-21T23:14:45+00:00","dateModified":"2026-05-06T03:12:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/"},"wordCount":878,"publisher":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg","keywords":["andien aisyah","andien aisyah foundation"],"articleSection":["Blogs"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/","url":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/","name":"Mendengar Suara dari Aceh - Andien Aisyah - Foundation","isPartOf":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg","datePublished":"2026-01-21T23:14:45+00:00","dateModified":"2026-05-06T03:12:04+00:00","description":"Andien Aisyah, Fadil Jaidi, tim Kitabisa, dan simpul-simpul sukarelawan mengumpulkan donasi ke Aceh untuk warga terdampak banjir bandang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#primaryimage","url":"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg","contentUrl":"https:\/\/nos.wjv-1.neo.id\/cdn-andienaisyah\/2026\/05\/Mendengar-Suara-dari-Aceh.jpg","width":1024,"height":576,"caption":"Mendengar Suara Dari Aceh"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/mendengar-suara-dari-aceh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mendengar Suara dari Aceh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#website","url":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/","name":"Andien Aisyah - Foundation","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#organization","name":"Andien Aisyah - Foundation","url":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/andienaisyah.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Logo-Andien-Aisyah-Foundation.png","contentUrl":"https:\/\/andienaisyah.org\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Logo-Andien-Aisyah-Foundation.png","width":3256,"height":1233,"caption":"Andien Aisyah - Foundation"},"image":{"@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/#\/schema\/person\/25b5ca69c574ab4e00d9154d5414e26f","name":"Andien Aisyah Foundation","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cefb23c7300c766d5d4a37dc536599d81ca3bd1fb86383909f420a4ba514312?s=96&d=mm&r=g","caption":"Andien Aisyah Foundation"},"description":"Andien Aisyah Foundation is dedicated to handling donations for the benefit of sustainable human and environmental development with integrity","url":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/author\/andienaisyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2889"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2891,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions\/2891"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/andienaisyah.org\/24hour\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}